Thursday, May 23, 2019

Trubus Mania, Ini Dia Penyebab Bau Mulut Saat Puasa di Trubus.id 22 Mei 2019



Trubus.id -- Secara umum, penyebab bau mulut saat seseorang menjalankan ibadan puasa ialah mengidap penyakit seperti ginjal, diabetes dan gangguan pencernaan. Selain itu, merokok juga bisa menyebabkan bau mulut.
Namun, ada faktor utama yang menyebabkan bau mulut ketika seseorang berpuasa. Menurut drg. Linus Boekiwetan, M. Kes yang diwawancarai Trubus.id, inilah faktor utama penyebab bau mulut.

Kebersihan gigi dan mulut
Kebersihan gigi dan mulut yang tidak baik merupakan penyebab utama bau mulut. Itu karena, semua sisa makanan menumpuk di permukaan lidah, di antara gigi, gusi, lubang pada gigi, penyakit infeksi jaringan lunak dan tulang penyangga gigi (periodontitis) dan gigi palsu lepasan yang tidak dibersihkan dengan baik.
"Semua sisa makanan yang menumpuk merupakan tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Biasanya, bakteri yang menyebabkan bau mulut ialah anaerob gram negatif yang melepaskan zat sulfur dan zat lainnya sehingga menimbulkan bau tak sedap, di antaranya Prevotella melaninogenica, Treponema denticola, Porphyromonas gingivalis, Porphyromonas endodontalis dan Prevotella intermedia," kata drg. Linus.

Mulut kering
Seseorang yang menjalani puasa, mulutnya akan kering karena produksi saliva atau air liur yang berkurang. Dan, mulut yang kering bisa menimbulkan bau mulut.

"Saliva adalah agen pembersih alami yang berfungsi menjaga kestabilan asam basa rongga mulut karena mengandung enzim pencernaan, enzim antibakteri dan lain," ucap drg. Linus.
Ia melanjutkan, "Saat seseorang melakukan puasa, tentu saja produksi saliva atau air liur lebih sedikit karena tidak ada stimulasi atau rangsangan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi."
Selain itu, drg. Linus juga mengatakan bahwa, konsumsi obat-obatan tertentu bisa menyebabkan produksi air liur menjadi berkurang.


Bau Mulut Ganggu Puasa Kalian, Ini Solusinya di Trubus.id 22 Mei 2019


Trubus.id -- Secara umum, masalah yang sering terjadi selama bulan puasa adalah bau mulut tidak sedap.
"Dalam istilah medis, disebut halitosis," kata drg. Linus Boekiwetan, M. Kes, saat dihubungi Trubus.id.
Ketika seseorang melakukan puasa, produksi yang dihasilkan air liur dalam mulut berkurang. Dampaknya, mulut jadi lebih kering. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan bau mulut saat puasa?
"Sebenarnya, bau mulut saat menjalankan puasa tak perlu dirisaukan," jelas drg. Linus.
Oleh karena itu, drg. Linus Boekiwetan, M. Kes, memberikan tips agar Trubus Mania tidak mengalami masalah bau mulut saat menjalankan puasa.

Sikat gigi teratur
Salah satu solusi yang tepat untuk menghilangkan bau mulut saat bulan puasa.
"Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena bisa mencegah bau pada mulut. Jangan lupa untuk menyikat gigi setelah makan saat sahur dan malam sebelum tidur. Selain itu, gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan di antara sela gigi," ujar drg Linus.

Bersihkan lidah
Membersihkan lidah dengan lembut dua kali sehari merupakan cara efektif untuk menghilangkan bau mulut saat menjalankan ibadah puasa. Bisa menggunakan alat pembersih lidah atau sikat gigi lidah untuk menyapu sisa makanan dan juga lendir. Jangan lupa untuk membersihkan bagian belakang lidah karena di sana, banyak bakteri berkumpul.

Lepas gigi palsu
Trubus Mania yang menggunakan gigi palsu, sebaiknya lepaskan sebelum tidur dan bersihkan dengan baik sebelum dipakai kembali keesokan hari agar gigi palsu tersebut tidak menyebabkan bau mulut.

Pakai obat kumur
Ada banyak orang yang menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bau mulut. Namun, gunakan obat kumur non alkohol.
"Obat kumur yang mengandung alkohol bisa menyebabkan rongga mulut jadi lebih kering," ujar drg. Linus.

Banyak minum air putih
Perbanyak konsumsi air putih, minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Tidak hanya mengatasi bau mulut, cara ini bisa menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

Tidak merokok dan minum alkohol
Hindari rokok dan alkohol karena dapat memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol berisiko mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.

Makan buah dan sayur
Perbanyak konsumsi buah dan sayuran menjadi salah satu cara mengatasi bau mulut saat puasa. Buah dan sayuran yang direkomendasikan untuk mengusir bau mulut ialah apel, bengkuang dan wortel.

Cek kesehatan gigi
Untuk mencegah bau mulut, jangan lupa untuk rutin mengunjungi dokter gigi setiap enam hingga 12 bulan sekali


https://life.trubus.id/baca/28734/bau-mulut-ganggu-puasa-kalian-ini-solusinya

Monday, May 20, 2019

Dampak Sering Menelan Pasta Gigi Pada Anak di Majalah Sang Buah Hati edisi 2 / 2019




Rasa manis yang ditawarkan pasta gigi memang kerap menggoda si kecil untuk menelannya. Yang menjadi pertanyaan: berbahayakah?

Merawat gigi sang buah hati memang harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, meskipun itu gigi susu, memiliki sederet fungsi. Mulai dari sebagai alat untuk mengunyah makanan guna mempermudah tubuh menyerap gizi, sampai sebagai perantara untuk mempersiapkan tempat guna tumbuhnya gigi permanen.
Itu sebabnya, sejak gigi pertama si kecil tumbuh yaitu di usia sekitar 6 bulan, orangtua disarankan untuk rajin merawat dan membersihkannya. Dengan demikian fungsi gigi susu bisa maksimal.

Tahapan Membersihkan Gigi Anak

Adapun kegiatan membersihkan gigi yang baru tumbuh, menurut drg. Linus Boekitwetan, yang sehari-hari membuka praktek di Sunrise Garden, Jakarta Barat, dapat mulai dilakukan dengan menggunakan kain kasa.

Caranya: lilitkan kain kasa di jari telunjuk, celupkan ke dalam air hangat yang matang, kemudian gosok gigi mungil si kecil secara perlahan. Kegiatan membersihkan gigi dengan cara ini disarankan dilakukan minimal 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.

Masuk usia 1 tahun ke atas, seiring dengan semakin banyaknya gigi susu yang tumbuh, maka orangtua bisa mulai mengajari si kecil menyikat gigi sendiri dengan sikat gigi khusus anak tahap pertama. Di usia ini pula anak mulai bisa diperkenalkan dengan pasta gigi.

“Namun patut diingat, berhubung usia 1 tahun anak biasanya belum bisa meludah dengan baik, maka air yang digunakan untuk berkumur sebaiknya air matang. Sementara untuk penggunaan pasta gigi, sebaiknya gunakan juga pasta gigi khusus anak yang tidak mengandung fluoride sama sekali,” tegas drg. Linus.

Baru setelah si kecil masuk usia 2 tahun dan sudah bisa meludah dengan baik, penggunaan pasta gigi khusus anak yang mengandung fluoride sangat disarankan. Tapi itupun dengan catatan penggunaannya tidak boleh terlalu banyak, alias cukup sebesar kacang polong atau sebutir beras.

Kandungan Pasta Gigi Anak dan Bahayanya

Lebih jauh drg. Linus menjelaskan, bahwa berbeda dengan pasta gigi orang dewasa, pasta gigi untuk anak, khususnya yang sudah berusia 2 tahun ke atas, selain diberi tambahan rasa buah dan pemanis, juga mulai diberi tambahan fluoride. Namun tentu saja konsentrasi fluoride yang terkandung didalamnya jauh lebih rendah dibandingkan yang ada pada pasta gigi orang dewasa.

“Perlu diketahui, fluoride itu sendiri sebenarnya memang termasuk mineral yang sangat dibutuhkan untuk melindungi gigi agara tidak mudah berlubang. Itu sebabnya, penggunaan pasta gigi anak berfluoride sangat disarangkan bagi anak yang sudah mengerti konsep meludah dengan baik, yaitu anak yang biasanya sudah berusia 2 tahun ke atas, “ jelasnya.

Lalu bila fungsi fluoride melindungi gigi, mengapa penggunaannya disarankan hanya untuk anak usia 2 tahun ke atas? Bukankah anak usia 1 tahun juga sudah memiliki banyak gigi yang harus dilindungi?

Menjawab hal tersebut, drg. Linus menjelaskan bahwa anak usia 1 tahun umumnya belum bisa meludah dengan baik sehingga memiliki kecenderungan untuk menelan pasta giginya. Terlebih pasta gigi khusus anak dipastikan memiliki rasa yang manis sehinggga si kecil akan selalu tergoda untuk menelannya.

“Nah, hal inilah yang harus dihindari. Sebab dengan jumlah yang cukup, fluoride memang akan memberikan dampak positif. Tapi jika terlalu banyak tertelan, bisa memberi efek buruk. Diantaranya menimbulkan fluorosis yaitu timbulnya bercak putih kecoklatan pada permukaan gigi. Selain itu, anak juga bisa diare karena saluran pencernaannya teriritasi fluoride,” tuturnya.

Sementara soal rasa dan pemanis yang ada pada pasta gigi anak, drg. Linus menanggapi bahwa hal tersebut dipastikan masih dalam batas aman karena sudah mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga dijamin tidak akan membahayakan.

“Justru yang harus diawasi itu kebiasaan anak menelan pasta giginya. Karena meskipun pasta gigi anak kandungan fluoride nya rendah, tapi jika sering ditelan ya tetap saja bisa menimbulkan resiko seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Karenanya saya sangat menyarankan agar pasta gigi anak yang mengandung fluoride sebaiknya digunakan jika si kecil benar-benar sudah mengerti konsep meludah dengan baik,” tutupnya.